Torres De Colon

Torres De Colon

Kita tahu, bahwa gedung yang biasa dibangun itu dari bawah ke atas. Bagaimana jadinya jika gedung dibangun dari atas kebawah? Apakah itu tidak mungkin? Itu mungkin saja terjadi. Di Negara Spanyol atau dikenal negeri matador tersebut ada sebuah gedung dibangun sebaliknya, dari atas kebawah.

Di area Plaza de Colon yang terletak di Madrid, Spanyol, terdapat gedung kembar yang disebut dengan ” El Enchufe” yang berarti steker. Bentuk bangunan ini memang menyerupai steker, atau colokan listrik. Nama resmi gedung ini adalah “Torres de Colon” , atau Menara Colombus. Gedng Torres de Colón atau Menara Columbus yang pertama kali dibuka pada tahun 1976. Gedung ini konon dianggap bangunan jelek di kota Madri leh masayarakat sekitar. Atap hijau bergaya art deco serta muka bangunan yang berwarna tembaga memang tidak menjadi kebanggaan bagi penghuni kota. Namun, Torres de Colon memiliki keunikan tersendiri dalam masa pembangunannya. Bangunan ini dibangun dari atas ke bawah.

Tentu saja metode pembangunan ini bukannya tanpa alasan. Gedung dengan tinggi 116 meter dan memiliki 23 lantai tersebut dibangun menggunakan metode top-down karena lebih menghemat biaya serta waktu pengerjaan.
Untuk melakukan metode top-down, pertama dibuat terlebih dahulu dua pilar yang kokoh. Kemudian lantai paling atas diangkat dan digantungkan pada kabel baja. Begitu seterusnya sampai lantai ke-3 karena tiga lantai terbawah termasuk lantai bawah tanah dibangun dari bawah ke atas.

Metode pembangunan dari atas ke bawah ini dianggap lebih efektif dalam menghemat budget dan waktu, karena memungkinkan untuk membangun lantai di tingkat bawah untuk kemudian diangkat ke atas, sehingga pekerja tidak perlu bergerak naik, beserta dengan bahan bangunan dan peralatan.
Torres de Colon bukan satu-satunya bangunan yang dibangun dengan cara unik. The Central Bank of Ireland di Dublin, serta The Standard Bank Centre di Johannesburg, Afrika Selatan juga dibangun dari atas ke bawah. Ada juga tiga gedung di Polandia yang dibangun dengan cara yang sama. Seperti The Trzonolinowiec (1961-1967) yang dijuluki ” Hanging Man”. Salah satu terdapat pada Kota Wroclaw dan yang lainnya terdapat di Gdansk dan Katowice dibangun kisara tahun 1970-an.

Pada tahun 1959 di gedung perumahan Magnitogorsk, Rusia dilakukan beberapa ekspersimen membangun gedung dengan cara yang sama namun tanpa menggunakan kabel besi, setiap lantainya dibawa ke atas dengan cara mendongkrak. Belanda pun memiliki teknik tersebut dengan julukan Jackblock.

Sumber:https://www.ikons.id/

Sumber:https://www.viva.co.id/

Sumber:https://kabar6.com/

Blog Comments

Semangat berkarya dan sukses selalu.

SOLO MARMER GROUP
Stone Supplier dan Kontraktor
Kantor cabang terbaru kami di SERPONG SUMMARECON
http://solomarmer.co.id/

Terimakasih 🙂

Add a comment

*Please complete all fields correctly

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Related Blogs

No Image
Posted by Dacore Design | September 21, 2018
6 Cara Membangun Atap Rumah Bebas Bocor
6 Cara Membangun Atap Rumah Bebas Bocor sumber : BJ Home Jogja     Atap bocor bukan cuma karena ada yang bolong. Bisa juga karena kemiringan atap yang kurang curam,...
No Image
Posted by Dacore Design | September 21, 2018
Cara membuat taman depan rumah
Sumber : Pinterest.com Cara membuat taman depan rumah Banyak orang berusaha mendapatkan informasi cara membuat taman depan rumah. Mulai dari searching di google sampai menyewa jasa kontraktor untuk mendapatkan konsep...
No Image
Posted by Dacore Design | September 21, 2018
Tips Desain Interior Kantor
Tips Desain Interior Kantor Desain interior kantor mempunyai peranan penting dalam meningkatkan semangat dan mood kerja karyawan anda. Biasanya banyak perusahaan besar selalu hati-hati dalam menentukan konsep dan desain interior...

Hai. Silahkan Klik Akun Customer kami dan akan kembali kami hubungi

Hubungi kami via Whatsapp