Cara Membuat Campuran dengan Semen

Cara Membuat Campuran dengan Semen

Cara Membuat Campuran dengan Semen

Cara Membuat Campuran dengan Semen

Kapan saja sebuah proyek membutuhkan bahan pengikat permanen, para kontraktor profesional maupun mandiri, akan menggunakan semen. Selain memiliki daya tahan yang baik dan mudah digunakan, bahkan di bawah air, semen adalah material yang akan mengeras dan mendukung setiap fondasi atau struktur bangunan. Kadang kala beberapa orang yang belum mengetahui caranya, mereka-reka cara mencampur semen secara tepat. Sebenarnya, proses pencampuran semen relatif mudah sejauh Anda memahami berbagai material yang diperlukan dan cara menggunakannya.

Tentukan tipe semen yang akan memberikan hasil terbaik untuk proyek Anda. Semen Portland Tipe 1 adalah pilihan paling populer dikarenakan komposisi campurannya. Namun demikian tersedia pula tipe-tipe lain yang tahan terhadap belerang (sulfur) atau memiliki sensitivitas pada temperatur. Carilah informasi lewat internet atau datangi toko bangunan untuk mengetahui mana di antara ketiganya yang akan memberikan hasil terbaik untuk Anda.
● Lebih dari 92% semen Portland yang diproduksi (di Amerika) terdiri dari Tipe 1, 2, dan 3. Tipe 2 secara khusus dibuat untuk tahan terhadap pengaruh belerang (sulfur), sementara Tipe 3 biasanya digunakan untuk menambah kekuatan awal.

Belilah semen, pasir, dan kerikil sebanyak yang Anda perlukan. Untuk mendapatkan campuran semen yang tepat, Anda akan perlu membeli pasir dua kali lebih banyak dari semen, sementara kerikil tiga kali lebih banyak.
Siapkan semua kebutuhan pada satu area. Termasuk peralatan untuk mencampur dan juga gerobak yang kuat, karena campuran yang dibuat akan menjadi berat setelah tercampur semua.

Buka kantong semen, siapkan juga kerikil dan pasir yang akan Anda gunakan untuk membuat campuran beton. Gunakan sekop kecil Anda untuk menyendok semen, pasir dan kerikil dengan perbandingan 1:2:3. Masukkan semua bahan ke dalam gerobak (atau wadah pencampur lain) yang telah disiapkan.
● Sebagai contoh, dalam satu gerobak penuh harus dicampur 2 sekop semen, 4 sekop pasir, dan 6 sekop kerikil. Jika Anda mengerjakan dalam kuantitas yang lebih besar, Anda mungkin harus membuat perbandingan 4 sekop semen, 8 sekop pasir, dan 12 sekop kerikil.

Campurlah seluruh bahan dengan bantuan sekop untuk memastikan semua tercampur dengan baik. Meskipun nantinya semua bahan akan dicampur, cara ini dianggap bagus untuk mendapatkan campuran kering yang tepat sebelum menambahkan air.

Campurlah seluruh bahan dengan bantuan sekop untuk memastikan semua tercampur dengan baik. Meskipun nantinya semua bahan akan dicampur, cara ini dianggap bagus untuk mendapatkan campuran kering yang tepat sebelum menambahkan air.

Tuangkan air, kira-kira setengah ember berkapasitas 5 galon, ke dalam gerobak. Pastikan mengukurnya lebih dulu untuk mengetahui jumlahnya, sehingga Anda dapat mengulanginya untuk mendapatkan beton (campuran semen) dengan konsistensi yang sama.
● Jika Anda lebih dulu menuangkan air ke dalam ember sebelum menuangkannya ke dalam campuran kering, tandailah ketinggian air dalam ember menggunakan spidol. Dengan cara tersebut, Anda dapat dengan lebih cepat mengisi ember tanpa harus mengukurnya setiap kali Anda mencampur adukan baru.
● Semen yang mengandung terlalu banyak air memiliki kekuatan hanya setengahnya saja dari campuran beton yang tepat. Meskipun Anda tergoda untuk sekadar mengira-ngira jumlah air, hal itu sangat membahayakan keutuhan struktur Anda. Pastikan Anda membaca etiket dari pabrik yang ada pada sak semen, agar dapat menambahkan air dalam ukuran yang tepat.

Mulailah dengan 3/4 bagian dari campuran kering. Dalam gerobak atau wadah pencampur lain, aduklah 3/4 dari campuran kering dengan air yang ada. Campuran pertama akan terlihat sedikit pekat, karena adanya kelebihan air, namun memudahkan proses pencampuran. Untuk hasil terbaik, gunakan penggaruk untuk mengaduk.

Segera setelahnya, tambahkan 1/4 campuran kering yang tersisa ke dalam campuran semen pekat itu. Pada tahap ini pengadukan akan menjadi sedikit lebih sulit, namun penggunaan penggaruk akan memudahkan. Campurlah sampai seluruh semen kental dan basah namun tak lagi pekat.

Secepatnya tuangkan campuran semen (beton) ke dalam area proyek Anda. Langkah ini harus diselesaikan secepat mungkin. Campuran harus dituang segera setelah pengadukan.

Bersihkan segala peralatan segera setelah digunakan. Idealnya, ada seorang rekan kerja yang bertugas membersihkan peralatan, sementara satu yang lain menuangkan campuran beton. Namun, jika hal itu tidak memungkinkan, rendamlah gerobak atau wadah pencampur semen dengan air secepatnya setelah selesai. Selanjutnya gosoklah gerobak atau wadah pencampur semen tersebut menggunakan sikat yang berbulu kaku hingga benar-benar bersih dari semen.

Tips

● Buanglah air semen di tempat yang tidak mencolok, namun hindarilah area yang berumput (air semen bisa membunuh rumput). Anda bahkan bisa menggali lubang kecil, menuangkan air semen ke dalamnya, dan menutup kembali lubang tersebut dengan tanah.

● Jika proyek Anda memerlukan lebih dari 1 atau 2 gerobak semen, pertimbangkan untuk menyewa pengaduk semen portabel (molen beton berukuran kecil) dari tempat penyewaan alat-alat konstruksi yang terdekat. Hal ini untuk menjamin dihasilkannya adukan semen dengan kekentalan yang sama.
● Jika campuran semen terlihat kurang bagus/tepat, pertimbangkan untuk menambah lagi sedikit air. Sebagian besar masalah dalam pencampuran semen adalah kadar air yang rendah untuk perbandingan semen yang ada.
● Sebelum melakukan pencampuran, periksalah instruksi/petunjuk dari pabrik yang tertera dalam kantong/sak semen. Bisa jadi dalam petunjuk itu terdapat persyaratan khusus dari produsen semen yang perlu Anda ikuti.
● Gunakan sekop yang lebih kecil dalam pekerjaan yang menuntut Anda untuk sering mengaduk semen, karena sekop yang lebih besar akan membuat Anda kesulitan untuk melakukan gerakan.

Peringatan

● Campuran semen segar dapat membakar kulit dan melukai mata Anda jika terlalu lama mengenainya. Demi keamanan Anda, pastikan untuk mengenakan sepatu bot dari karet, baju berlengan panjang, celana panjang, dan juga kaca mata pengaman (goggles).

Peralatan yang dibutuhkan.

● Peralatan pengaman (sepatu bot karet, baju/kaus lengan panjang, celana panjang, dan kaca mata pengaman)
● Gerobak yang kuat
● Campuran semen
● Pasir
● Kerikil kecil
● Sumber air
● Sekop kecil

Nah, itulah Cara Membuat Campuran dengan Semen. Semoga dengan mengetahui tips dan trik tersebut bisa membantu anda. Mulai sekarang jangan lagi kebingungan untuk Cara Membuat Campuran dengan Semen. Kalau kamu kesulitan menentukan pilihan yang terbaik untuk kantor atau rumahmu, tim dacore siap membantu! siap menangani masalah build, renovasi, furniture dan design interior kamu. Harga transparan dan bisa disesuaikan dengan budgetmu! Jangan pusing lama-lama, segera e-mail ke Dacoredesign@gmail.com dan kamu akan dihubungi kembali maksimal 2 X 24 jam. Semoga Cara Membuat Campuran dengan Semen bisa membantu anda jika anda ingin tahu lebih banyak lagi silahkan subscribe kami.

Share this post

Comment (1)

  • Rumah Inspirasi Reply

    makasih kak admin tipsnya, saya ijin aplikasikan biar biaya juga tidak terlalu mahal karena salah pencampuran nantinya 🙂

    May 4, 2019 at 5:31 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *